UMR Bogor

UMR Bogor

Diposting pada

UMR Kota Bogor – Secara umum, Bogor terbagi menjadi dua yaitu Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Kota Bogor sendiri dikelilingi oleh Kabupaten Bogor. Daerah dengan populasi hampir 6 juta jiwa pada tahun 2019 ini banyak dijadikan sasaran bagi mereka yang ingin mendapatkan upah yang layak.

Selain iklimnya yang sejuk, UMR Bogor yang tinggi menjadi daya tarik bagi para pekerja. Apalagi, lokasi Bogor yang bersebelahan dengan Jakarta, Tangerang, dan juga Depok, menambah nilai plus untuk Kota Hujan ini.

Sayangnya, akibat pandemi yang melanda di Indonesia, UMR Kota Bogor tidak dinaikkan oleh pemerintah bersama dengan 10 daerah lainnya yang ada di Jawa Barat. Artinya, upah pekerja sama dengan tahun 2020 yakni sebesar Rp 4.169.806,58. Pun sama halnya dengan UMR Kabupaten Bogor, karena baik kota maupun kabupaten memiliki standar upah minimum yang sama.

UMR/UMK Bogor Terbaru

Sesuai aturan yang tertulis pada Surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Barat Nomor 561/Kep-Yanbangsos 2020 bahwa ada 27 daerah di Jawa Barat yang UMK-nya naik. Dan ada juga 10 daerah yang tidak dinaikkan UMK-nya, salah satunya adalah UMK Bogor.

Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, pertimbangan tidak dinaikkannya UMK 2021 untuk 10 daerah berdasarkan pada Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan 26 Oktober 2020.

Apakah UMR Bogor naik terus menerus tiap tahunnya? Untuk menjawabnya, bisa dilihat di tabel berikut.

No.TahunBesar UMR
12016Rp 3.022.765
22017Rp 3.272.143
32018Rp 3.557.146
42019Rp 3.842.785
52020Rp 4.169.806
62021Rp 4.169.806

Dari tabel UMR Bogor 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021 diatas, sejak tahun 2016 hingga tahun 2020, UMR Bogor selalu mengalami kenaikan. Namun, pada tahun 2021 tidak terjadi kenaikan, sehingga besarannya sama dengan UMK Bogor 2020.

Baca juga: UMK Malang

Adakah dampaknya kenaikan UMR dengan sektor ekonomi?

Tentu saja ada. Upah yang tidak naik akan mempengaruhi daya beli masyarakat. Efeknya para pelaku usaha akan terdampak, perputaran ekonomi di suatu daerah akan macet, dan tidak terjadi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Namun pemerintah memiliki pertimbangan tersendiri untuk tidak menaikkan upah berdasarkan edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan. Sebab, dengan situasi pandemi yang serba sulit, pemerintah harus mengambil langkah yang rasional agar bisa menyeimbangkan seluruh sektor.

Lalu bagaimana dengan daerah-daerah lain yang ada di Jawa Barat? Berapa besaran UMR-nya dari tahun ke tahun? Berikut daftar UMR atau UMK Bogor 2019, 2020, 2021.

Kabupaten/KotaUMK 2019UMK 2020UMK 2021
Kota BanjarRp 1.688.217Rp 1.831.884Rp 1.831.884
Kabupaten PangandaranRp 1.714.673Rp 1.860.591Rp 1.860.591
Kabupaten CiamisRp 1.733.162Rp 1.880.654Rp 1.880.654
Kabupaten KuninganRp 1.734.994Rp 1.882.642Rp 1.882.642
Kabupaten MajalengkaRp 1.791.693Rp 1.944.166Rp 2.009.000
Kabupaten GarutRp 1.807.285Rp 1.961.085Rp 1.961.085
Kabupaten CirebonRp 2.024.160Rp 2.196.416Rp 2.269.556
Kota CirebonRp 2.045.422Rp 2.219.487Rp 2.271.201
Kabupaten TasikmalayaRp 2.075.189Rp 2.251.787Rp 2.251.787
Kota TasikmalayaRp 2.086.529Rp 2.264.093Rp 2.264.093
Kabupaten IndramayuRp 2.117.713Rp 2.297.931Rp 2.373.073
Kota SukabumiRp 2.331.752Rp 2.530.182Rp 2.530.182
Kabupaten CianjurRp 2.336.004Rp 2.534.798Rp 2.534.798
Kabupaten SubangRp 2.732.899Rp 2.965.468Rp 3.064.218
Kabupaten SukabumiRp 2.791.016Rp 3.028.531Rp 3.125.444
Kota CimahiRp 2.893.074Rp 3.139.274Rp 3.241.929
Kabupaten SumedangRp 2.893.074Rp 3.139.275Rp 3.241.929
Kabupaten BandungRp 2.893.074Rp 3.139.275Rp 3.241.929
Kabupaten Bandung BaratRp 2.898.744Rp 3.145.427Rp 3.248.283
Kota BandungRp 3.339.580Rp 3.623.778Rp 3.742.276
Kabupaten PurwakartaRp 3.722.299Rp 4.039.067Rp 4.173.568
Kabupaten BogorRp 3.842.785Rp 4.083.670Rp 4.217.206
Kota BogorRp 3.763.405Rp 4.169.806Rp 4.169.806
Kota DepokRp 3.872.551Rp 4.202.105Rp 4.339.514
Kabupaten BekasiRp 4.146.126Rp 4.498.961Rp 4.791.843
Kota BekasiRp 4.229.756Rp 4.589.708Rp 4.782.935
Kabupaten KarawangRp 4.234.010Rp 4.594.324Rp 4.798.312

UMR atau UMK adalah upah minimum tingkat kabupaten atau kota. Perusahaan harus memberikan hak kepada pekerja sesuai dengan standar UMR/UMK yang berlaku di daerahnya masing-masing. Karena aturan upah minimum ini dibuat agar para pekerja mendapatkan kehidupan yang layak dan juga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Sebagaimana yang tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan no 78 tahun 2015 Pasal 4. Di peraturan tersebut dijelaskan bahwa penghasilan yang layak adalah pendapatan yang bisa memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga secara wajar.

Jadi sudah jelas, perusahaan tidak boleh memberikan upah kelewat rendah sehingga pekerja tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena akan mempengaruhi hajat hidup orang banyak, seperti suami, istri, dan juga anak-anaknya.

Bagaimana jika dalam praktiknya ada perusahaan yang berlaku curang? Apakah pekerja bisa menuntut haknya? Jawabannya adalah bisa. Ada dua tahapan yang bisa dilakukan oleh pekerja untuk menuntut haknya di meja hijau.

Pertama, bipartit. Yaitu proses musyawarah antara kedua pihak yaitu perusahaan dan pekerja. Proses yang pertama ini diberikan waktu selama 30 hari. Jika tidak membuahkan hasil, maka bisa naik ke tingkat selanjutnya, yaitu tripartit.

Kedua, tripartit. Di sini, dibutuhkan penengah agar perselisihan dapat diselesaikan dengan memanggil Disnaker sebagai penengahnya.

Pengetahuan tentang upah minimum ini sangat penting untuk semua pekerja yang akan mendedikasikan dirinya untuk perusahaan. Agar dapat menimbang dan juga mengantisipasi jikalau ada upah yang tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Pekerja juga berhak mengetahui besaran upah saat proses melamar kerja.

Baca juga: UMK Jogja

Demikian informasi tentang gaji UMR/UMK di Bogor. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *