UMR Bandung

UMR Bandung

Diposting pada

UMR Kota Bandung – Bandung merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat yang kini namanya sudah tersohor di mana mana. Selain kota Jakarta, Bali, dan Yogyakarta, nama Bandung juga sering menjadi salah satu nama kota dengan tingkat pariwisata yang tinggi. Banyak masyarakat yang sengaja main ke Bandung untuk menikmati masa liburan, selain karena tempatnya yang sejuk, Bandung juga memiliki banyak kuliner khas yang bisa dinikmati siapa saja.

Terkenal dengan kota pariwisata, Bandung juga memiliki sejumlah industri pabrik di daerahnya. Dengan adanya industri tersebut, sedikit kurangnya membuat Bandung memiliki tingkat pengeluaran biaya hidup yang cukup mahal dibandingkan kota lainnya. Untuk memenuhi segala kebutuhan hidup masyarakat sekitar, kebijakan seperti UMR dan UMK pun diberlakukan. Lantas berapakah besarnya UMR Bandung yang saat ini didapatkan masyarakat?

UMR Kota Bandung

Hidup di pusat kota atau di kota kota besar, tentu saja memerlukan biaya hidup yang juga cukup tinggi. Bagi para pencari nafkah, seperti pekerja kantoran, penjaga toko, atau profesi pekerjaan lainnya, pemerintah telah menetapkan peraturan mengenai Upah Minimum Regional atau yang biasa disebut UMR. Upah minimum ini biasanya digunakan oleh pengusaha atau industri lainnya untuk menentukan standar gaji yang harus diberikan kepada karyawan. Ketetapan mengenai UMR ini telah dicantumkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 05/Men/1989 pada tanggal 29 Mei 1989, begitu pula dengan gaji UMR Bandung. Namun, saat ini istilah UMR memang sudah tidak dipakai lagi. Kebanyakan masyarakat akan lebih mengenal istilah UMK atau UMP.

Mengapa saat ini istilah UMR lebih dikenal dengan sebutan UMK? Pengertian dari UMK adalah Upah Minimum Kabupaten/Kota, sedangkan UMP adalah Upah Minimum Provinsi. Kebijakan yang ditetapkan pada UMK diberikan langsung oleh gubernur melalui rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi dan rekomendasi Bupati atau Wali Kota di Kabupaten/Kota terkait.

Sedangkan, standar yang ditetapkan pada UMP adalah murni atas keputusan seorang gubernur suatu provinsi. UMK Bandung 2020 ialah sebesar Rp 3.623.778.

Baca juga: UMR Bekasi

UMR Kabupaten Bandung

Lantas bagaimana dengan upah yang diterima oleh para pekerja di kabupaten yang juga termasuk ke dalam wilayah provinsi? Untuk pembagian upah berdasarkan UMK atau UMP maka akan melihat dari seberapa besar upah yang diberikan oleh standar perusahaan. Jika gaji yang diberikan berdasarkan UMP lebih besar dari UMK, maka perusahaan akan mengikuti standar UMP. Namun jika UMK lebih tinggi nominalnya, maka standar UMK yang akan digunakan. Untuk UMK Bandung Kabupaten yaitu Rp 3.139.275 pada tahun 2020.

Nama Kota/KabupatenNominal UMK
Kabupaten Bandung BaratRp. 3.145.427
Kabupaten KarawangRp. 4.594.324
Kabupaten BekasiRp. 4.498.961
Kota DepokRp. 4.202.105
Kota BogorRp. 4.169.806
Kabupaten BogorRp. 4.083.670
Kabupaten PurwakartaRp. 4.039.067
Kota BandungRp. 3.623.778
Kabupaten Bandung BaratRp. 3.145.427
Kota CimahiRp. 3.139.275
Kabupaten SumedangRp. 3.139.275
Kabupaten SukabumiRp. 3.028.531
Kabupaten SubangRp. 2.965.468
Kabupaten CianjurRp. 2.534.798
Kota SukabumiRp. 2.530.182
Kabupaten IndramayuRp. 2.297.931
Kota TasikmalayaRp. 2.264.093
Kabupaten TasikmalayaRp. 2.251.787
Kota CirebonRp. 2.219.487
Kabupaten GarutRp. 1.961.085
Kabupaten CirebonRp. 2.196.416
Kabupaten KuninganRp. 1.882.642
Kabupaten CiamisRp. 1.880.654
Kabupaten PangandaranRp. 1.860.591
Kota BanjarRp. 1.831.884
Kabupaten MajalengkaRp. 1.944.166
Kota BekasiRp. 4.782.313

Daftar nominal UMR atau UMK dan UMP di atas merupakan cerminan dari berbagai aspek atau hal-hal yang sudah dipertimbangkan oleh pemerintah berdasarkan data konsumen, inflasi yang terjadi secara nasional, serta pendapatan per kapita yang terjadi di daerah tempat keputusan UMK atau UMP diputuskan. Pertimbangan di atas didasarkan juga pada standar minimum Kebutuhan Hidup Layak (KHL), untuk memastikan kebutuhan dan kelayakan masyarakat terjamin.

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 1 Tahun 1999, rumusan upah minimum dibagi menjadi dua tingkat. Tingkat pertama yaitu UMP dan tingkat kedua ialah UMK. Pada kasusnya standar pemberian gaji yang lebih tinggi ialah UMK. Sedangkan UMP cenderung memberikan nominal gaji yang lebih rendah.

Pelaku usaha baik kecil maupun besar, memiliki standar pemberian upah sesuai dengan pendapatan usaha yang dilakukan. Namun patokan standar UMK atau UMP seharusnya tetap menjadi hal yang wajib dilakukan oleh setiap pelaku usaha. Hingga saat ini, kebanyakan upah UMK atau UMP dapat dipatuhi kebijakannya oleh para pelaku usaha industri besar seperti pabrik yang memiliki ribuan karyawan dan masa produksi yang tidak ada hentinya.

Oleh karena itu sebaiknya pastikan dahulu lapangan pekerjaan yang akan didatangi dan tanyakan lah apakah pemberian gajinya sudah sesuai dengan standar UMK atau UMP pemerintah atau belum.

Baca juga: UMR Bogor

Itu dia informasi gaji UMK dan UMR Bandung terbaru tahun 2021, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *